Pemaparan Dan Diskusi Hasil Penelitian Tujuh Mahasiswa Univ. Kebangsaan Malaysia Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Kolaborasi Dengan S2 PBA UIN Suska Riau.

Penampilan makalah dari tujuh mahasiswa Universitas Kebangsaan Malaysia di kampus Pascasarjana UIN Suska Riau memberikan nuansa baru dalam pembelajaran Bahasa arab. Penyampaian pertama oleh Siti Nor Aisyah binti Zainuddin menyampaikan adanya Lughatul Aliyah dan Lughatul Ada’.

Dalam penyampaiannya membahas praktik pengajaran guru bahasa Arab di sekolah menengah di Malaysia melalui pendekatan studi kualitatif. Permasalahan utama yang ditemukan adalah rendahnya kemampuan siswa dalam menguasai bahasa Arab meskipun bahasa tersebut telah lama diajarkan di sekolah. Hal ini dipengaruhi oleh metode pengajaran yang masih berpusat pada guru, penggunaan metode tata bahasa dan terjemahan, serta dominasi bahasa Melayu dalam proses pembelajaran.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pembelajaran bahasa Arab sangat dipengaruhi oleh strategi dan peran guru. Guru tidak hanya berfungsi sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai teladan, pembimbing, dan motivator bagi siswa. Beberapa strategi yang dianggap efektif antara lain pembiasaan penggunaan bahasa Arab secara lisan setiap hari, menciptakan lingkungan berbahasa Arab di seluruh sekolah, pembelajaran aktif di luar kelas, serta penggunaan permainan dan aktivitas kelompok untuk meningkatkan motivasi siswa.

Selain itu, penelitian ini menegaskan pentingnya penanganan dini terhadap siswa yang lemah dalam bahasa Arab melalui bimbingan individual dan penguatan dasar-dasar bahasa sebelum mempelajari tata bahasa yang lebih kompleks. Pendekatan personal dan dukungan tambahan di luar jam pelajaran juga terbukti mampu meningkatkan rasa percaya diri dan semangat belajar siswa.

Secara keseluruhan, makalah ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pembelajaran bahasa Arab memerlukan kerja sama seluruh warga sekolah, penggunaan strategi pembelajaran yang kreatif dan komunikatif, serta perhatian khusus terhadap kebutuhan dan kemampuan siswa. Dengan lingkungan bahasa yang mendukung dan pendekatan pembelajaran yang tepat, kemampuan bahasa Arab siswa dapat berkembang secara lebih efektif.

Penampilan selanjutnya oleh NAim yang menjelaskan pembelajaran Bahasa arab Malaysia pada tingkat lughatul Ailyah dipelajari dengan aturan (KBD) Kemahiran Berasaskan Dini. Sedangkan Lughatul Ady dipelajari pada KSSM (Kurikulum Standard Sekolah Menengah.  

Makalah ini membahas praktik pengajaran guru bahasa Arab di sekolah menengah di Malaysia beserta tantangan, strategi, dan hasil penerapannya. Penelitian menunjukkan bahwa meskipun bahasa Arab telah lama diajarkan di sekolah, banyak siswa masih mengalami kesulitan dalam menguasainya. Salah satu penyebab utamanya adalah metode pembelajaran yang masih berpusat pada guru, penggunaan metode tata bahasa dan terjemahan, serta dominasi bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar di dalam kelas. Penelitian ini menegaskan bahwa guru memiliki peran yang sangat penting dalam keberhasilan pembelajaran bahasa Arab. Guru tidak hanya berfungsi sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai teladan, pembimbing moral, dan pemberi motivasi kepada siswa. Strategi yang diterapkan guru, seperti penggunaan bahasa Arab secara lisan setiap hari, penciptaan lingkungan berbahasa Arab di seluruh sekolah, pembelajaran aktif di luar kelas, serta permainan bahasa, terbukti mampu meningkatkan semangat dan kepercayaan diri siswa dalam berbahasa Arab.

Selain itu, makalah ini juga menekankan pentingnya penanganan dini terhadap siswa yang lemah dalam bahasa Arab melalui bimbingan individual dan penguatan dasar-dasar bahasa sebelum mempelajari tata bahasa yang lebih kompleks. Pendekatan personal dan dukungan tambahan di luar jam pelajaran dinilai efektif dalam membantu siswa memahami materi dan mengurangi tekanan belajar mereka. Secara keseluruhan, keberhasilan pembelajaran bahasa Arab memerlukan kerja sama seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan bahasa yang aktif dan mendukung. Dengan strategi pengajaran yang komunikatif, perhatian terhadap kebutuhan siswa, serta bimbingan yang berkelanjutan, kemampuan bahasa Arab siswa dapat berkembang dengan lebih baik dan efektif.

Leave a Reply