Sekprodi Magister Pendidikan Bahasa Arab UIN Suska Riau Memaparkan CPL & CPMK Berbasis OBE dalam Transformasi Kurikulum Bahasa Arab STAIN Mandailing Natal

Mandailing Natal – Senin 13 Juli 2026, STAIN Mandailing Natal Sumatera Utara menyelenggarakan Workshop Review Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan keilmuan. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula terbaru STAIN Mandailing Natal Sumatera Utara dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya guru-guru Bahasa Arab, pengguna lulusan, dan alumni.

Workshop secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua I STAI Mandailing Natal, Dr. Muhammad Iqbal M.Pd Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa penerapan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) merupakan langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Kurikulum yang disusun harus berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang selaras dengan kebutuhan masyarakat, dunia kerja, dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Ketua Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Dr. Ahmad Nurul Huda Salmas M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan workshop review kurikulum berbasis OBE merupakan agenda yang sangat penting bagi pengembangan program studi. Menurutnya, proses peninjauan kurikulum perlu dilakukan secara berkala agar kurikulum tetap adaptif terhadap perubahan zaman, perkembangan teknologi, serta tuntutan kompetensi lulusan.

“Workshop ini menjadi momentum yang sangat penting untuk melakukan review kurikulum secara komprehensif dengan melibatkan berbagai stakeholder. Masukan dari pengguna lulusan, alumni, dan para guru Bahasa Arab sangat dibutuhkan agar kurikulum yang dihasilkan benar-benar relevan dan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten,” ungkapnya.

Pada sesi utama, narasumber Dr. Hakmi Wahyudi, S.H., M.Pd., CIIQA  dari UIN Sultan Syarif Kasim Riau memberikan paparan mengenai penyusunan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE). Dalam pemaparannya, beliau mengulas secara mendalam berbagai komponen utama kurikulum Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Arab, mulai dari Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), Profil Lulusan, Visi Keilmuan Program Studi, hingga struktur dan kesesuaian mata kuliah dengan standar OBE.  Dalam paparannya narasumber juga menyampaikan bahwa mereview kurikulum program studi yang selaras dengan kebutuhan masyarakat, dunia kerja, dan perkembangan ilmu pengetahuan sangat wajib dilaksanakan oleh semua Prodi Pendidikan Bahasa Arab mulai Level Sarjana, Magister dan Program Doktor,  disamping mengakomodir Capaian Pembelajaran Lulusan yang sudah ditetapkan oleh Perkumpulan Prodi Pendidikan Bahasa Arab tertanggal 23 November 2024, semua Prodi Pendidikan Bahasa Arab harus juga mengakomodir Capaian Pembelajaran Lulusan Permenristekdikti 39 tahun 2025.

Melalui diskusi yang berlangsung secara interaktif, narasumber memberikan berbagai masukan, koreksi, dan penyempurnaan terhadap dokumen kurikulum agar sesuai dengan standar penyusunan kurikulum berbasis Outcome Based Education. Peserta workshop juga aktif memberikan pandangan dan pengalaman sehingga proses review berlangsung dinamis dan konstruktif.

Sementara itu, Ketua Panitia Workshop, Isra Hayati, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder, para guru Bahasa Arab, pengguna lulusan, alumni, pimpinan institusi, serta seluruh peserta yang telah hadir dan memberikan kontribusi pemikiran dalam workshop ini. Kehadiran dan masukan dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam penyusunan kurikulum yang berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan pengguna lulusan,” ujarnya.

Melalui workshop ini diharapkan Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Arab STAI Mandailing Natal Sumatera Utara mampu menghasilkan dokumen kurikulum yang selaras dengan prinsip Outcome Based Education (OBE), sehingga mampu mencetak lulusan yang unggul, profesional, adaptif, serta memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional. Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen institusi dalam melakukan peningkatan mutu akademik secara berkelanjutan melalui penyusunan kurikulum yang responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan masyarakat, dan dunia kerja.

 

Text box item sample content

Leave a Reply