Post Views: 41

Teluk Kuantan — Ketua Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Arab (MPBA), Dr. Aprijon Efendi, Lc., M.A., kembali mendapat kepercayaan untuk menjadi anggota Majelis Hakim pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XLIV Tingkat Provinsi Riau yang diselenggarakan di Kota Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, pada 26 Juni hingga 4 Juli 2026.
Dalam pelaksanaan MTQ tahun ini, Dr. Aprijon Efendi bertugas sebagai hakim pada cabang Tafsir Al-Qur’an Berbahasa Arab. Cabang tersebut diikuti oleh 17 peserta utusan kabupaten dan kota se-Provinsi Riau. Para peserta merupakan perwakilan terbaik dari masing-masing daerah yang telah melalui proses seleksi pada tingkat kabupaten dan kota.
Perlombaan cabang Tafsir Bahasa Arab dilaksanakan melalui dua tahapan, yaitu babak penyisihan dan babak final. Pada babak penyisihan, seluruh peserta menampilkan kemampuan terbaiknya dalam menguasai hafalan Al-Qur’an, pemahaman kandungan ayat, pengetahuan ilmu tafsir, serta keterampilan menyampaikan penjelasan dalam bahasa Arab.
Peserta yang memperoleh nilai tertinggi pada tahap penyisihan kemudian melanjutkan kompetisi ke babak final. Dalam tahap ini, kemampuan peserta diuji secara lebih mendalam, terutama dalam memahami makna ayat, menjelaskan konteks dan kandungan Al-Qur’an, serta menyampaikan argumentasi tafsir secara sistematis dan tepat menggunakan bahasa Arab.
Sebagai anggota Majelis Hakim, Dr. Aprijon Efendi bertugas memberikan penilaian secara objektif, cermat, dan profesional sesuai dengan pedoman penilaian MTQ. Penilaian mencakup ketepatan pemahaman terhadap ayat Al-Qur’an, keluasan wawasan tafsir, kemampuan menjawab pertanyaan, ketepatan penggunaan bahasa Arab, serta kualitas penyampaian peserta.
Kepercayaan sebagai hakim pada MTQ ke-XLIV Tingkat Provinsi Riau tersebut menjadi penugasan keempat yang diterima Dr. Aprijon Efendi secara berturut-turut. Kiprahnya sebagai anggota Majelis Hakim tingkat provinsi telah dimulai sejak 2023.
Pada 2023, ia menjadi anggota Majelis Hakim pada MTQ Tingkat Provinsi Riau yang diselenggarakan di Kota Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu. Kepercayaan tersebut berlanjut pada MTQ tahun 2024 di Kota Dumai dan MTQ tahun 2025 di Kabupaten Bengkalis.
Pada MTQ ke-XLIV di Teluk Kuantan tahun 2026, Dr. Aprijon Efendi kembali dipercaya mengemban amanah yang sama. Dengan demikian, tahun 2026 menjadi tahun keempat secara berturut-turut dirinya berkontribusi dalam Majelis Hakim cabang Tafsir Bahasa Arab pada ajang MTQ Tingkat Provinsi Riau.
Keterlibatan berkelanjutan tersebut menunjukkan pengakuan terhadap kompetensi akademik, integritas, dan penguasaan keilmuan Dr. Aprijon Efendi dalam bidang bahasa Arab dan tafsir Al-Qur’an. Tugas sebagai hakim menuntut tidak hanya keluasan pengetahuan, tetapi juga ketelitian, independensi, keadilan, dan tanggung jawab moral dalam menentukan hasil perlombaan.
Kehadiran Ketua Prodi MPBA dalam Majelis Hakim juga menjadi kebanggaan bagi Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Arab dan UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Partisipasi tersebut memperlihatkan bahwa keilmuan yang dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi nyata dalam kegiatan keagamaan dan pembinaan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Selain sebagai ajang kompetisi, MTQ Tingkat Provinsi Riau menjadi sarana untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an. Cabang Tafsir Bahasa Arab secara khusus memiliki posisi penting karena mendorong peserta tidak hanya menghafal ayat, tetapi juga memahami kandungan, pesan, serta nilai-nilai Al-Qur’an melalui penguasaan sumber-sumber berbahasa Arab.
Melalui keterlibatannya sebagai Majelis Hakim, Dr. Aprijon Efendi turut berkontribusi dalam menjaga mutu pelaksanaan perlombaan dan memastikan proses penilaian berlangsung sesuai prinsip profesionalitas dan keadilan. Pengalaman selama empat tahun berturut-turut diharapkan semakin memperkuat kontribusinya dalam pembinaan cabang Tafsir Bahasa Arab di Provinsi Riau.
Kepercayaan yang terus diberikan sejak 2023 hingga 2026 juga menjadi bukti konsistensi pengabdian akademisi dalam mendukung syiar Al-Qur’an. Kiprah tersebut diharapkan dapat menginspirasi dosen dan mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi bahasa Arab, kajian tafsir, dan pengabdian kepada masyarakat.