Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Arab UIN Suska Riau Ukir Prestasi Nasional

PEKANBARU — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Program Pascasarjana Pendidikan Bahasa Arab UIN Sultan Syarif Kasim Riau. M. Ridwan berhasil menunjukkan kemampuan dan daya saingnya pada tingkat nasional dengan mengoleksi empat penghargaan, terdiri atas satu medali perak (silver medal) dan tiga medali perunggu (bronze medal).

Pencapaian tersebut diraih dalam kompetisi yang melibatkan lebih dari 600 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Di tengah persaingan yang ketat, Ridwan mampu tampil meyakinkan melalui gagasan inovatif, kemampuan presentasi, serta keberaniannya menawarkan solusi terhadap persoalan yang berada di tengah kehidupan masyarakat.

Salah satu prestasi tersebut diraih pada ajang National Empowerment, Innovation, Research and Art 3 (NEIRA 3) yang berlangsung di Yogyakarta pada 29–30 Agustus 2026. Kompetisi nasional yang diikuti sekitar 30 perguruan tinggi tersebut menjadi panggung bagi Ridwan untuk mempersembahkan satu medali perak dan satu medali perunggu pada kategori Essay Presentation.

Dalam kompetisi tersebut, Ridwan mengangkat karya berjudul “DuriKooki: Sinergi Ekonomi Sirkular Berbasis Limbah Biji Durian untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Wirausaha Hijau yang Berkelanjutan.” Gagasan ini menawarkan pemanfaatan biji durian yang selama ini kerap dibuang sebagai limbah untuk diolah menjadi produk kukis bernilai guna dan bernilai ekonomi.

Inovasi DuriKooki tidak hanya berorientasi pada penciptaan produk pangan alternatif, tetapi juga memadukan semangat pelestarian lingkungan, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan peluang usaha bagi masyarakat. Melalui karya tersebut, Ridwan memperlihatkan bahwa potensi lokal yang sering dipandang sederhana dapat dikembangkan menjadi inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Prestasi Ridwan terasa semakin istimewa karena ia merupakan putra asli Desa Sanglar, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir. Lahir dan tumbuh dalam keluarga petani tidak membuatnya membatasi cita-cita. Sebaliknya, kehidupan desa membentuk dirinya menjadi pribadi yang memahami arti kerja keras, kesabaran, dan ketekunan.

“Menjadi anak desa dan anak petani bukanlah penghalang untuk berprestasi. Kesederhanaan justru dapat menjadi kekuatan untuk terus belajar, berani mencoba, dan menghasilkan karya yang bermanfaat,” ungkap Ridwan sebagaimana semangat yang disampaikannya dalam pemberitaan media. Suara Bernas

Keberhasilan meraih satu medali perak dan tiga medali perunggu ini bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga membawa kebanggaan bagi keluarga, masyarakat Desa Sanglar, Kabupaten Indragiri Hilir, serta UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Prestasi tersebut membuktikan bahwa mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab mampu mengembangkan kompetensi lintas bidang serta menghadirkan gagasan kreatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Capaian M. Ridwan diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa dan generasi muda, khususnya mereka yang berasal dari daerah, agar tidak merasa rendah diri terhadap latar belakangnya. Dengan kemauan belajar, keberanian berkompetisi, dan ketekunan dalam berkarya, setiap anak muda memiliki kesempatan yang sama untuk mengharumkan nama daerah dan perguruan tinggi di tingkat nasional.

Leave a Reply